Asap Menghilang, Kelok 44 Ditaklukan

kelok44

Para pesepeda yang ikut dalam Pegasus West Sumatera Audax (WSA) tanggal 31 Oktober-1 November 2015 semula merasa pesimis bisa merasa nyaman bersepeda di Sumatera Barat karena sebelumnya wilayah ini dipenuhi dengan kabut asap.
Bahkan, beberapa pesepeda yang sudah daftar terpaksa mengurungkan niatnya ikut bersepeda jarak jauh tersebut. Namun, sehari sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut hujan mengguyur Kota Padang. Setelah dilepas mantan Menpora Hayono Isman di Hotel Ina Padang, para pesepeda memulai turing hari pertama sejauh 200 kilometer dari Kota Padang menuju Bukittinggi melalui Danau Maninjau dan tanjakan Kelok 44.

Bagi para pesepeda, Kelok 44 merupakan ikon utama yang wajib dilalui untuk menguji kemampuan fisik dan mental pesepeda. Apalagi rute ini setiap tahun selalu dilalui oleh para pebalap profesional yang ikut dalam Tour de Singkarak (TDS).

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Polda Sumbar Brigjen (Pol) Drs Bambang Sri Herwanto MH yang juga hobi olahraga bersepeda. Dia bersama jajaran kepolisian setempat mengayuh sepeda ramai-ramai dengan peserta Pegasus WSA 2015.

Namun, hingga 50 kilometer atau check point pertama, Kapolda Sumbar dan rombongan kembali ke Kota Padang karena harus menjalankan tugas kembali. Sementara pesepeda lainnya yang sebagian di antaranya ada yang berusia 60-an tahun terus melanjutkan perjalanan hingga finis di Hotel The Hills Bukittinggi.

Serunya bersepeda dengan jarak tempuh yang lumayan jauh apalagi disertai guyuran hujan dan tanjakan terjal telah menjadi bahan pembicaraan seru di antara peserta Pegasus WSA. Rasa capai setelah seharian mengayuh sepeda nyaris tidak terasa karena diselingi dengan humor dan saling ejek satu sama lain. Apalagi mereka yang sudah berusia lanjut yang tergabung dalam komunitas sepeda Pasukan Berani Keok (PBK) dan Puspa Cycling Club (PCC) ikut dalam kegiatan turing sepeda jarak jauh dan mampu nanjak melewati Kelok 44 merupakan cerita tersendiri yang tidak habis-habis.

Cerita dan foto-foto selama bersepeda mereka sebar ke media sosial dan Whatsapp sehingga menjadi kebanggaan tersendiri. “Alhamdulillah saya bisa menaklukan Kelok 44 dan tidak dievakuasi. Padahal, saya baru bersepeda agak sering dalam dua tahun terakhir ini saja,” kata Meidy Juniarto SH (60), salah seorang pengacara yang tergabung dalam PBK.

Cerita tidak berakhir
Ketika pencapaian Meidy, yang biasa disapa Masbro, ini diceritakan di grup WA PBK, kontan saja member group komunitas PBK lain yang tidak ikut agak meragukannya. Menjawab keraguan tersebut, kemudian Masbro menampilkan berbagai foto-foto saat dia melahap tanjakan Kelok 44, sementara pesepeda lainnya diminta untuk memberikan kesaksiannya, termasuk testimoni dari Leroy Osmani, seorang aktor kawakan yang juga ikut dalam turing sepeda tersebut.

Komentar dan cerita mereka penuh dengan guyon dan humor khas para orang tua. Mereka pun menyebut dirinya sebagai kelompok tua bangka. Guyuran hujan yang turun selama perjalanan tidak menyurutkan para pesepeda untuk menuntaskan perjalanan hingga garis finis di Bukittinggi. Selain diikuti pesepeda yang berusia tua, Pegasus WSA 2015 juga diikuti Padang Road Bike (PRB) yang kebanyakan masih berusia belia.

Pegasus WSA 2015 yang diadakan Audax Randonneurs Indonesia (ARI) selain sebagai agenda tahunan juga sekaligus untuk mempromosikan wilayah Sumatera Barat sebagai daerah wisata. Dalam turing sepeda jarak jauh (audax), pesepeda tidak melakukan balapan, tetapi hanya menuntaskan jarak tempuh yang ditetapkan panitia, yakni 200 kilometer dengan waktu tempuh maksimal 13,5 jam. ARI adalah pemegang lisensi Audax Club Parisien (ACP) di Indonesia.

Menurut Murdargo, Direktur ARI, dalam kegiatan Audax di Sumbar, pesepeda menempuh rute dengan jarak 200 kilometer dan 100 kilometer. Kegiatan bersepeda jarak jauh yang diselenggarakan ARI sudah dilakukan untuk ketiga kali bekerja sama dengan Pegasus, sebuah komunitas sepeda profesional. Pada hari pertama, rute yang akan ditempuh pesepeda dengan jarak 200 kilometer adalah mulai dari Kota Padang-Lubuk Aiung-Pariaman-Tiku-Lubuk Basung-Maninjau-tanjakan Kelok 44-Padang Lua-dan finis di Hotel The Hills Bukittinggi.

Pesepeda yang ikut jarak 200 kilometer, keesokan harinya juga gowes ke Kota Padang menempuh jarak 100 kilometer pada Minggu (1/11). Rute yang akan dilalui mulai dari Kota Bukittinggi-Padang Lua-Malalak-Sicincin-Lubuk Alung-finis di Hotel Grand Inna, Muara Padang. Hingga pulang ke Jakarta pun, cerita Kelok 44 masih terus mencuat di grup WA para orang tua yang ikut Pegasus WSA 2015.

Sumber : print.kompas.com/baca/2015/11/06/Asap-Menghilang%2c-Kelok-44-Ditaklukkan

About Us

 

Audax is a cycling sport in which participants attempt to cycle long distances within a pre-defined time limit. Audax is a non-competitive sport: success in an event is measured by its completion.

Audax has its origins in Italian endurance sports of the late nineteenth century, and the rules were formalise in France in the early twentieth century.

Upcoming Events

 

There are no upcoming events at this time.

Contact Info

 

RANDONESIA

WA / SMS Only: (+62) 813 1454 2623
Email: ari.randonesia@gmail.com
Address: Jakarta